Postingan

Sedikit Tentang Damaskus Tulisan bersambung ini saya hadiahkan untuk semua umat muslim yang ingin mengenal lebih dekat kota Damaskus dari sisi pandang pribadi saya, khususnya bagi mereka yang pernah menghirup udara segar kota penuh berkah ini. Saya hadiahkan juga kepada para pelajar, penuntut ilmu yang masih bermukim atau pun yang telah pergi meninggalkan kota ini sebagai sedikit pelepas rindu. Rindu akan segarnya udara, semerbak yasmin,  moya fijeh . Rindu akan  tauzi ’ di tiang-tiang Masjid Umawi,  tauzi’  subuh di jami’ Mansur & jami’ Nabulsi. Rindu akan taraweh di jami’ kubah merah. Rindu akan sapaan pribumi “ anta tholib ? Kamu seorang pelajar?”. Rindu dengan gang-gang sempit yang diapit oleh bait ‘arobi, rumah jadul khas arab yang menyejukkan hati. Rindu dengan puasa di musim panas yang suhunya bisa mencapai 46 derajat, menahan lapar dan dahaga selama 16 jam. Rindu akan musim dingin, coklatnya gunung Qosiyun berubah menjadi putih, diselimuti salju. Ar...

Persiapan Diri, Mengenal Apa Itu Pernikahan

Gambar
Bagi siapa pun, laki-laki atau perempuan, yang ingin menuju ke dunia pernikahan hendaknya dia mempersiapkan diri secara materi ataupun mental dan juga pengetahuan tentang apa itu pernikahan. Seperti kaidah umum dalam hal apapun, siapa yang mempersiapkan diri dalam suatu perkara, maka dia akan sukses melewati atau menghadapi perkara tersebut. Ada beberapa poin sebagai pengenalan atau pengetahuan untuk persiapan diri menuju pernikahan. Diantaranya: 1. Pernikahan adalah tanggung jawab Apabila ditanyakan apa itu pernikahan, maka kata yang paling singkat untuk menjawabnya adalah tanggung jawab. Karena ketika menikah ada beban baru yang harus diletakkan di bahu tiap pasangan dari sepasang kekasih tersebut. Membangun rumah tangga baru atau keluarga baru membutuhkan usaha yang besar. Tanggung jawab laki-laki dan perempuan yang baru menjadi suami istri tersurat atau tersirat dari firman Allah swt: (( الرجال قوّامون على النساء بما فضّل الله بعضهم على بعض وبما أنفقوا من أموا...

Hawa Panas Seharusnya Diberi Angin Kesejukan

Gambar
Kondisi emosional seseorang kadang bisa dipengaruhi sekitar. Seperti halnya keadaan emosi saya sekarang. Alhamdulillah, pagi ini emosi saya positif baik karera baru saja menyaksikan kejadian yang sangat bijak. Kejadian atas sikap seseorang yang gampang untuk diucapkan namun sulit untuk diaplikasikan. Seperti kata orang bijak "Api jangan dilawan dengan api, makin membara. tapi lawanlah api dengan air, supaya padam". Pagi ini saya berangkat kerja. Seperti biasa saya menaiki bis umum. Dingin masih terasa kencang karena baru kemarin turun hujan diselingi salju. saat hendak menaiki bis, saya sodorkan uang 50 Lira, nama mata uang Syria, karena memang ongkos bis seharga 40 Lira. Disini tidak ada kondektur atau kenek yang biasa menagih ongkos seperti yang ada di bis-bis Indonesia. Kita masuk melalui pintu depan dekat supir, membayar ongkos dengan supirnya langsung dan si supir akan memberikanmu kartu/karcis, tanda kamu sudah membayar. Keadaan bis cukup ramai. Kursi tempat du...

Faktor Pendorong Untuk Menikah

Gambar
Segala perbuatan muncul dikarenakan faktor pendorong. Orang yang mencari air untuk diminum disebabkan oleh faktor rasa haus yang ia rasakan. Orang yang lari dari bahaya binatang buas, itu adalah faktor pendorong untuk tetap bertahan hidup atau selamat. Begitu juga perbuatan-perbuatan manusia lainnya. Dan pernikahan, adalah sebuah perbuatan yang dilakukan manusia yang disebabkan oleh faktor pendorong yang dirasakan oleh masing-masing orang yang melakukannya. kadang, ada faktor pendorong yang sama dan ada pula faktor pendorong yang berbeda antara satu orang dan yang lainnya. Apabila seseorang, istri misalnya, tidak menemui faktor pendorong dalam pernikahannya pada sang suami, bisa jadi wanita/istri tersebut beralih mencari lelaki lain yang bisa memenuhi faktor pendorong tersebut. Maka dari itu, sebelum menikah cobalah kenali apa faktor yang mendorong pasangan anda untuk menikah? Kenapa seorang laki-laki menikah? apa yang mendorongnya untuk menikah? Kenapa seorang wanita menikah?...

Kenapa Seminar (Seminar Singkat Persiapan Menghadapi Kehidupan Rumah Tangga) Ini Diadakan

Tulisan ini saya tujukan untuk seseorang yang hendak mengambil langkah baru, memulai hidup baru bersama kekasih yang dicinta. Untuk semua calon Istri/suami, calon ibu/bapak, semua orang yang hendak membangun bahtera rumah tangga yang indah dan penuh tantangan. Tulisan ini sebenarnya hanyalah ringkasan yang saya dapat dari seminar singkat tentang persiapan menghadapi kehidupan rumah tangga. Yang pematerinya adalah salah satu guru favorit saya. Seorang guru yang pantas dipanuti dan diteladani. Seorang guru agama yang berprofesi sebagai dokter gigi yang sibuk dengan buka praktek tiap hari. Namun, selain itu beliau juga seorang dosen yang mengajar di bangku kuliah, seorang ustadz yang mengisi khutbah jum’at dan kajian agama di masjid-masjid. Beliau juga seorang aktifis sosial yang care (red. Peduli) dengan keadaan masyarakat di sekelilingnya. Sosok yang sulit ditemukan di Indonesia, Negara saya tercinta. Kenapa harus seminar singkat tentang persiapan menghadapi kehidupan ruma...

Bincang Tentang Pernikahan

alhamdulillah.. assholatu wassalam ala Rosulillah.. apa kabar sahabat blogger semuanya?! (dah macem kea banyak jja pembaca blognya.. whehehe) lama sudah tak membuka blog ini. maklum lah, lagi ujian. alasan aja sih padahal ya.. emang males nulis. dan sekarang, lagi ada niat untuk belajar nulis lagi. doain ya.. semoga istiqomah.. aamiin. akhir-akhir ini, saya lagi deket dengan seorang gadis.. ciee.. suatu yang wajar kan kalau anak adam kepincut sama keturunan hawa. it's normal guy! apalagi umur saya yang sekarang mendekati usia pantas untuk menikah. beuh.. rasanya pengen banget cepet-cepet jabat tangan wali dari putri salju idaman sambil ngucapin qobiltu nikahahaa (saya terima nikahnya..). Allahumma akrimnii biman yuqorribunaa ilaik (ya Allah anugerahkan lah kami seseorang yang menjadikan kami dekat kepadaMu). tadi malam, saya berbincang-bincang lama dengan teman dari China. seputar pernikahan. perbincangan itu terjadi untuk mengompori seorang kawan yang sudah suka sama seoran...

Yusuf & Zulaikha

Entah dendam apa yang membuatnya seperti itu kepada wanitanya. Seharusnya kejadian beribu tahun yang lalu tak perlu diungkit-ungkit sebagai alasan untuk menuntut balas. Ranting pohon bergoyang, rerumputan berdendang, bendera besar merah putih hitam dengan dua bintang hijau di atas tiang tengah kota itu pun berkibar, tanda angin tak sedang sepi. Berbeda dengan gadis itu. Dia duduk terbengong, tatapan matanya kosong menampakan suasana hatinya yang lagi sepi. “ min halla wa royih sirtii lahalik, ana maa bikun ma’ik wa laa bsyufik , dari sekarang dan selanjutnya, kamu akan sendirian, aku tak akan bersamamu lagi dan tak akan melihatmu lagi". Kata-kata itu masih terngiang jelas. Orang yang melontarkan kata-kata itu pun masih tergambar dalam ingatannya tanpa samar. Ya, Yusuf lelaki idamannya. Lelaki yang selalu ia temui di pertigaan Syamdeen square saat pergi hendak kuliah. Lelaki yang bisa memberikan kesan indah saat pandangan pertama. Lelaki yang bisa mengusik hatinya d...