Kenapa Seminar (Seminar Singkat Persiapan Menghadapi Kehidupan Rumah Tangga) Ini Diadakan



Tulisan ini saya tujukan untuk seseorang yang hendak mengambil langkah baru, memulai hidup baru bersama kekasih yang dicinta. Untuk semua calon Istri/suami, calon ibu/bapak, semua orang yang hendak membangun bahtera rumah tangga yang indah dan penuh tantangan.

Tulisan ini sebenarnya hanyalah ringkasan yang saya dapat dari seminar singkat tentang persiapan menghadapi kehidupan rumah tangga. Yang pematerinya adalah salah satu guru favorit saya. Seorang guru yang pantas dipanuti dan diteladani. Seorang guru agama yang berprofesi sebagai dokter gigi yang sibuk dengan buka praktek tiap hari. Namun, selain itu beliau juga seorang dosen yang mengajar di bangku kuliah, seorang ustadz yang mengisi khutbah jum’at dan kajian agama di masjid-masjid. Beliau juga seorang aktifis sosial yang care (red. Peduli) dengan keadaan masyarakat di sekelilingnya. Sosok yang sulit ditemukan di Indonesia, Negara saya tercinta.

Kenapa harus seminar singkat tentang persiapan menghadapi kehidupan rumah tangga? Pertanyaan yang diajukan oleh pemateri di awal seminar. Bertujuan, agar setiap orang tahu apa yang harus dicapai setelah mengikuti seminar ini. Ya, kenapa harus diadakan seminar semacam ini.
Alasan-alasannya adalah:
1. Mencari Ridlo Allah swt

2. Karena islam menyeru kita untuk menyokong pernikahan dan kehidupan rumah tangga.
Dalam al-Quran
Ya, kita bisa lihat bagaimana alquran begitu memperhatikan kehidupan rumah tangga, keluarga. Itu bisa kita lihat dari betapa banyaknya ayat yang berbicara menyinggnung masalah keluarga/kehidupan rumah tangga. alQuran berbicara tentang: nikah, asshodaq atau mahar, at-tholaq (perceraian), ‘idddah (masa menunggu setelah ditinggal suami; meninggal ataupun bercerai), penyusuan, hak-hak orang tua dan lain sebagainya yang ada kaitannya dengan masalah keluarga/kehidupan rumah tangga.
Di dalam alQuran ada surat yang bernama at-Tholaq yang sudah jelas ada hubungannya dengan keluarga.
Surat an-Nisa yang di dalamnya terdapat banyak hukum tentang masalah keluarga.
Surat al-Mujadalah, surat yang menceritakan tentang istri yang mendatangi nabi karena perbuatan suaminya yang mendzihar dia. Menyamakannya dengan ibu suami.
Surat-surat lain yang bercerita tentang keluarga: tentang keluarga yang sukses dan yang gagal. Tentang suami/istri yang baik-baik ataupun yang buruk. Lihatlah contoh keluarga yang sukses, keluarga Nabi Ibrahim as. Anaknya Nabi isma’il adalah anak yang berbakti, patuh menerima keputusan Allah untuk disembelih oleh Ayahnya. Begitu juga dengan istri-istrinya yang ridla dan ta’at.
Tengoklah keluarga Luqman al-hakim. Seorang ayah yang menasehati anaknya agar tidak menyekutukan Allah.
Lihat istri Nabi Luth yang durhaka, melanggar apa yang diperintahkan suaminya. Sehingga ia, istri nabi Luth, termasuk orang yang dikenai adzab.
Semua cerita di atas ada dalam alQuran merupakan sebuah bukti bahwa alquran begitu menaruh perhatian terhadap masalah keluarga.

Dalam hadits Nabi saw
ada sabda nabi saw yang mengajarkan tanggung jawab manusia dari segala sisi kehidupan. dan satu sisa diantaranya adalah seorang lelaki adalah pemimpin dalam keluarganya dan dia bertanggung jawab atas apa yang dia pimpin. dan seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya.

dan masih banyak ribuan hadits menyinggung atau ada kaitannya dengan kehidupan rumah tangga. itu menunjukkan bahwa islam begitu sangat memperhatikan satu sisi ini.
Satu contoh lain dari hadits nabi saw. "Rasulullah saw mencintai istrinya dan mengucapkannya/memberitahukan (secara lisan) pada istrinya".
cukuplah hadits dari Amr bin 'Ash ketika bertanya "siapakah manusia yang paling enkau cintai ya Rasulullah?" lalu Rasulullah menjawab "Aisyah". Amr bin 'Ash bertanya kembali "dan dari laki-laki?" Rasulullah menjawab "bapak dari Aisyah (Abu bakar)"

Dan masih banyak hadits fi'li (hadits yang dilakukan oleh Rasulullah) lainnya seperti:
"Rasulullah adalah suami yang membanti istrinya"
"Rasulullah memanjakan istrinya dan bercanda ria dengannya"
"Rasulullah adalah suami yang menghormati istrinya"
"Rasulullah adalah suami yang bersabar atas istrinya"
"Rasulullah saw tidak pernah memukul satu wanita pun"
"Rasulullah adalah suami yang adil diantara para istri-istrinya"

3. Alasan yang ketiga kenapa seminar ini diadakan adalah karena realita yang mendesak yang semakin tak karuan:
- meningkatnya presentasi perceraian
- lemahnya pengetahuan pemuda tentang kehidupan rumah tangga.
dahulu, di masa lalu, para ibu dan bapak memberi perhatian penting pada anak-anaknya dalam mempersiapkan mereka untuk menjalani kehidupan rumah tangga secara langsung. ada jalsah/kumpul-kumpul kecil antara keluarga yang dimana orang tua memberikan nasehat-nasehat singkat untuk anaknya. lain halnya dengan sekarang, jaman dimana kebanyakan orang tua sibuk dengan urusannya dan menganggap remeh urusan rumah tangga.
wallahu a'lam.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahla min almusalsal atturkiyah

Tentang Cinta & Kadar Kecewa

Hawa Panas Seharusnya Diberi Angin Kesejukan