Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Yusuf & Zulaikha

Entah dendam apa yang membuatnya seperti itu kepada wanitanya. Seharusnya kejadian beribu tahun yang lalu tak perlu diungkit-ungkit sebagai alasan untuk menuntut balas. Ranting pohon bergoyang, rerumputan berdendang, bendera besar merah putih hitam dengan dua bintang hijau di atas tiang tengah kota itu pun berkibar, tanda angin tak sedang sepi. Berbeda dengan gadis itu. Dia duduk terbengong, tatapan matanya kosong menampakan suasana hatinya yang lagi sepi. “ min halla wa royih sirtii lahalik, ana maa bikun ma’ik wa laa bsyufik , dari sekarang dan selanjutnya, kamu akan sendirian, aku tak akan bersamamu lagi dan tak akan melihatmu lagi". Kata-kata itu masih terngiang jelas. Orang yang melontarkan kata-kata itu pun masih tergambar dalam ingatannya tanpa samar. Ya, Yusuf lelaki idamannya. Lelaki yang selalu ia temui di pertigaan Syamdeen square saat pergi hendak kuliah. Lelaki yang bisa memberikan kesan indah saat pandangan pertama. Lelaki yang bisa mengusik hatinya d...

Kurtlar Vadisi Pusu (antara cinta tanah air dan orang-orang yang dia cintai)

Gambar
“hanya karena aku tak mampu tinggal bersamamu, maafkanlah aku! Hanya karena kebahagiaanmu bukan menjadi yang paling penting bagiku, maafkanlah aku! Hanya karena aku tak mampu terus bersamamu dan tak mampu menjadi bapak dari anak-anakmu, maafkanlah aku! Hanya karena aku bukanlah lelaki biasa, maafkanlah aku! Hanya Karena aku bukanlah menjadi seseorang yang kamu pilih, maafkanlah aku! Hanya karena aku tak mampu menghabiskan umur hidup ini dan tak mampu selalu muncul di matamu, maafkanlah aku! Hanya karena aku tak mampu tetap tinggal bersamamu seumur hidup dan tak mampu memberikan nafas terakhir untukmu, maafkanlah aku! Hanya karena aku tak mati karena mencintaimu dan tak mati sebagai pengganti dari kematianmu, maafkanlah aku! Kenapa sekarang kamu ingin mati, kenapa sekarang kamu ingin pergi?! Hanya tinggal satu hal yang ingin aku katakan padamu, Rahaf. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu” kalimat panjang yang dikatakan oleh seorang pemuda yang sangat mencintai wanita yang tenga...

Tentang Cinta & Kadar Kecewa

Gambar
Lama sekali rasanya saya tidak ngeblog, maklumlah, saya bukan penulis handal (lagian siapa yang bilang saya penulis handal). Saya juga bukan tipe manusia yang hobi menulis. Ditambah, minggu-minggu ini saya disibukkan oleh paper beserta presentasinya yang harus diselesaikan, paling akhir, 1 Maret 2014. Ya, tepat hari ini. syukurlah, semua itu bisa saya lewati dengan baik. Alhamdulillah Robbil’alamin. Syaikh Ali Thontowi, dalam sebuah buku yang pernah dia tulis, saya menemukan satu motivasi yang mendorong saya untuk menulis. Saya lupa terjemahan secara harfiahnya, yang saya ingat “hendaklah kamu, ketika malam, menulis apa saja yang tengah kamu rasakan seharian ketika hari itu. Bukan, bukan menceritakan bagaimana kamu bangun pagi, lalu mandi sambil gosok gigi kemudian pergi bekerja lalu ketika malam kembali. Bukan! Tapi, ceritakanlah peristiwa yang sangat berkesan dalam hatimu”. Ya, sebuah motivasi agar kita berlatih dan belajar untuk terus menulis. Seperti motivasi-motivasi lai...