Kurtlar Vadisi Pusu (antara cinta tanah air dan orang-orang yang dia cintai)



“hanya karena aku tak mampu tinggal bersamamu, maafkanlah aku! Hanya karena kebahagiaanmu bukan menjadi yang paling penting bagiku, maafkanlah aku! Hanya karena aku tak mampu terus bersamamu dan tak mampu menjadi bapak dari anak-anakmu, maafkanlah aku! Hanya karena aku bukanlah lelaki biasa, maafkanlah aku! Hanya Karena aku bukanlah menjadi seseorang yang kamu pilih, maafkanlah aku! Hanya karena aku tak mampu menghabiskan umur hidup ini dan tak mampu selalu muncul di matamu, maafkanlah aku! Hanya karena aku tak mampu tetap tinggal bersamamu seumur hidup dan tak mampu memberikan nafas terakhir untukmu, maafkanlah aku! Hanya karena aku tak mati karena mencintaimu dan tak mati sebagai pengganti dari kematianmu, maafkanlah aku! Kenapa sekarang kamu ingin mati, kenapa sekarang kamu ingin pergi?! Hanya tinggal satu hal yang ingin aku katakan padamu, Rahaf. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu” kalimat panjang yang dikatakan oleh seorang pemuda yang sangat mencintai wanita yang tengah berbaring tak berdaya bahkan tak bernyawa di depannya. Setelah kisah panjang yang telah mereka lewati berdua. Hanya karena demi pengorbanan kepada negara dan dan tanah air. Ya, semuanya terjadi karena berkorban demi negara dan tanah air.

Ali, nama pemuda tampan dan gagah itu. Diangkat sebagai anak dari panti asuhan dan dibesarkan oleh sepasang suami istri, Baba Umar dan Mama Nazlek yang tak dikaruniai anak. Seorang bapak yang kuat agamanya, sehari-harinya bekerja sebagai takmir masjid dan muadzin. Ali dibesarkan dalam lingkungan yang adat istiadatnya kental dengan keislaman. Melihat kecerdasan yang terdapat dalam diri Ali, ketika tiba waktunya, Aslan Bek, seorang penjaga sebuah perpustakaan membujuk anak tersebut untuk masuk sekolah diplomasi. Yang belakangan diketahui dia adalah anggota intelijen negara Turki. Aslan Bek sengaja mendidik Ali untuk misi menghancurkan sebuah kelompok mafia yang saat itu memegang kekuasaan dalam kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah Turki.
Ali beranjak dewasa, kemampuannya dalam diplomasi semakin mahir. Diapun dijadikan intelijen oleh Aslan Bek tanpa sepengetahuan intelijen pusat. Tak ada yang tahu bahwa dia bekerja untuk negara termasuk Bapaknya, Baba Umar, Mama Nazlek, bahkan wanita yang sangat dicintainya, Rahaf. Yang mereka tahu, Ali bekerja sebagai diplomasi tak lebih.

Saat Ali mulai matang, Aslan Bek anggota intelijen yang berkedok sebagai penjaga perpustakaan memanggil Ali yang tengah bekerja di Kosovo, untuk memulai misinya menghancurkan kelompok mafia yang selama ini, negara di bawah pengaruh mereka. Ali pulang ke Turki memenuhi panggilan seorang yang dianggap pamannya, Aslan Bek. Lalu, Aslan Bek mengutarakan misinya, dan menjelaskan, demi sempurna jalannya misi ini Ali harus mengubah wajah dan suaranya. Ali kaget dan bingung. Antara kewajiban dan cinta tanah air atau menjadi orang yang tak dikenal oleh orang-orang yang sangat dicintainya: Baba Umar, Mama Nazlek dan Rahaf.
Ali meyakinkan dirinya, dia akhirnya memilih untuk mengabdikan diri pada negara, melaksanakan tugas dan merubah wajah dan suaranya. Sebelum itu, dia pulang ke rumah menemui bapak dan ibunya serta menemui wanita yang sangat ia cintai, Rahaf. Dia temui mereka sebagai pertemuan terakhir dengan wajah aslinya. Kedatangan yang tiba-tiba lalu pamit untuk pergi.
Ali pergi, lalu muncul berita akan kecelakaan yang terjadi dengan mobil yang dikendarai Ali. Ali diberitakan wafat dalam kecelakaan, padahal itu adalah kedok agar dia bisa berubah identitas dari Ali menjadi Murod Alemdar.

Murod Alemdar, identitas baru. Murod diharuskan melupakan semua identitas yang ada pada diri Ali, dan dia dipaksa untuk menghafal dan menjiwai identitas baru serta riwayat hidupnya yang baru yang telah dituliskan oleh pamannya, Aslan Bek. Riwayat hidup baru dari awal dia dilahirkan; siapa ibunya, bapaknya, asalnya, dan nama kekasihnya. Semuanya ditulis baru bukan riwayat hidup Ali.
Awalnya sangat berat. Berat sekali. Bagaimana mungkin seseorang bisa mengorbankan segalanya. Segalanya yang dia punya dan dia cintai; kasih sayang bapak dan ibu dan cinta sejati kekasihnya.
Waktu berjalan, dia mulai misinya sebagai keponakan dari seorang pemilik kafe, Ammu Marwan. Singkat cerita, dia masuk dalam dunia mafia. Namanya menjadi besar dan dikenal oleh mafia-mafia besar lainnya karena kecerdasan dan diplomasinya dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Nama Murod Alemdar semakin besar dan besar. Dan..

Murod Alemdar, isi otaknya mungkin dipaksa untuk berperan sebagai mafia, namun hatinya tetaplah hati seorang Ali yang mencinta bapak dan ibunya serta kekasihnya. Hati tak mampu berbohong. Disela-sela misinya, dengan secara tidak langsung keluarga dan kekasih tertarik dalam kasus yang berhubungan dengan misinya. Sehingga mengancam keselamatan mereka. Dan..

Ketika semua mafia telah dia habisi, misi telah selesai, wanita yang sangat dia cintaimu pun selesai. Tengah berbaring tak berdaya bahkan tak bernyawa karena akibat dari misi menghabisi mafia.
Dan kata terakhir yang terucap untuk wanita yang sangat dia cintai “Hanya karena aku tak mati karena mencintaimu dan tak mati sebagai pengganti dari kematianmu, maafkanlah aku! Kenapa sekarang kamu ingin mati, kenapa sekarang kamu ingin pergi?! Hanya tinggal satu hal yang ingin aku katakan padamu, Rahaf. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu”

Lalu, dia mendatangi bapak dan ibunya sambil menceritakan segalanya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahla min almusalsal atturkiyah

Tentang Cinta & Kadar Kecewa

Hawa Panas Seharusnya Diberi Angin Kesejukan