Yusuf & Zulaikha
Entah dendam apa yang membuatnya seperti itu kepada wanitanya.
Seharusnya kejadian beribu tahun yang lalu tak perlu diungkit-ungkit
sebagai alasan untuk menuntut balas.
Ranting pohon bergoyang, rerumputan berdendang, bendera besar merah putih hitam dengan dua bintang hijau di atas tiang tengah kota itu pun berkibar, tanda angin tak sedang sepi. Berbeda dengan gadis itu. Dia duduk terbengong, tatapan matanya kosong menampakan suasana hatinya yang lagi sepi.
“min halla wa royih sirtii lahalik, ana maa bikun ma’ik wa laa bsyufik, dari sekarang dan selanjutnya, kamu akan sendirian, aku tak akan bersamamu lagi dan tak akan melihatmu lagi". Kata-kata itu masih terngiang jelas. Orang yang melontarkan kata-kata itu pun masih tergambar dalam ingatannya tanpa samar. Ya, Yusuf lelaki idamannya. Lelaki yang selalu ia temui di pertigaan Syamdeen square saat pergi hendak kuliah. Lelaki yang bisa memberikan kesan indah saat pandangan pertama. Lelaki yang bisa mengusik hatinya dengan kata-kata manis dan tatapan matanya saat pertemuan singkat di pertigaan itu tiap harinya. Lelaki yang kemudian dia jatuh hati padanya. Namun, sekarang lelaki itu mencampakkannya begitu saja.
***
Kenapa kamu mencampakkannya, Yusuf?! Tidakkah kamu mencintainya, bukankah dia wanita type idamanmu. Dia begitu cantik dengan garis bibir yang selalu melengkung ke atas, tampak selalu tersenyum walaupun dia sedang bersedih. Ditambah lentik jemarinya yang indah dihiasi cincin perak yang melingkar di jari telunjuknya. Atau mungkin, kamu ingat peristiwa ribuan tahun yang lalu, perlakuan Zulaikha terhadap Yusuf. Yusuf yang digoda untuk melayani nafsu Zulaikha. Lalu karena ketidak-mauannya melayani wanita itu ia dijebloskan ke penjara. Yusuf yang tak bersalah malah dipersalahkan.
Saya tahu, kamupun yakin bahwa Yusuf yang dijebloskan ke penjara bukanlah dirimu. tapi Yusuf lain. Dan wanita yang menjebaknya hingga masuk ke penjara bukanlah Zulaikha wanitamu. Ah, kamu benar-benar termakan dendam. Dulu Zulaikha menggoda yusuf. Memasukkannya ke dalam kamar, menutup pintu lalu merayunya agar dia mau melayaninya. Dan kini kamu mencoba masuk ke dalam hati wanitamu, memberinya apa yang bisa membuatnya bertekuk lutut, hingga dia benar-benar jatuh hati padamu lalu kamu mencampakkannya. Adakah lebih sakit bagi wanita, ketika dia telah menerima bahkan menginginkan lelaki yang mengejarnya, lalu lelaki itu pergi meninggalkannya begitu saja.
Dulu Zulaikha menjebloskan Yusuf ke penjara karena Yusuf tak mau melayaninya. Kini, kamu memang tak menjebloskan Zulaikhamu ke penjara, tapi kamu memenjara hatinya hingga ia merana. Manakah yang lebih sakit, jasad yang dipenjara ataukah hati.
***
Yusuf:
Zulaikha, kamu adalah wanita paling sempurna yang pernah saya temui. Segala bentuk kebaikan ada pada dirimu. parasmu indah menawan, keluargamu cukup mapan, dan aku tak meragukan harta kekayaan. Tapi jalan yang tengah kita tempuh saat ini adalah salah. Dulu, saat pertama kali aku jumpa denganmu, aku tak banyak mengerti tentang ajaran tuhan. Aku mencoba masuk ke dalam hatimu, memberikan semampuku agar kamu jatuh hati padaku. Dan akhirnya kamu mau menerimaku. Tapi, saat itu juga aku mulai paham dan mengerti tentang ajaran tuhan. Kita berada bukan pada ridloNya. Ya, layaknya Yusuf dan Zulaikha yang dulu tuhan pisahkan. Zulaikha yang menggoda Yusuf, hingga Yusuf hampir tergoda kalo tidak mendapat tanda dari tuhannya. Dan kamu tahu mengapa tuhan memisahkan mereka. Tuhan begitu mencintai mereka, menegur mereka dari jalan yang salah dengan memisahkan mereka. Sampai suatu ketika Zulaikha menyadari kesalahannya, tuhan mempertemukan mereka kembali.
Akhir cerita cinta yang begitu indah, bukan?!. Zulaikha tak hanya mendapat cinta dari Yusuf, tapi juga mendapat cinta dari tuhannya. Keduanya saling mencintai dan mendapat cinta dari tuhan mereka. Aku pun ingin aku dan kamu saling mencintai dan mendapat cinta dari tuhan kita. Sesuatu akan terasa lebih indah pada waktunya.
Ranting pohon bergoyang, rerumputan berdendang, bendera besar merah putih hitam dengan dua bintang hijau di atas tiang tengah kota itu pun berkibar, tanda angin tak sedang sepi. Berbeda dengan gadis itu. Dia duduk terbengong, tatapan matanya kosong menampakan suasana hatinya yang lagi sepi.
“min halla wa royih sirtii lahalik, ana maa bikun ma’ik wa laa bsyufik, dari sekarang dan selanjutnya, kamu akan sendirian, aku tak akan bersamamu lagi dan tak akan melihatmu lagi". Kata-kata itu masih terngiang jelas. Orang yang melontarkan kata-kata itu pun masih tergambar dalam ingatannya tanpa samar. Ya, Yusuf lelaki idamannya. Lelaki yang selalu ia temui di pertigaan Syamdeen square saat pergi hendak kuliah. Lelaki yang bisa memberikan kesan indah saat pandangan pertama. Lelaki yang bisa mengusik hatinya dengan kata-kata manis dan tatapan matanya saat pertemuan singkat di pertigaan itu tiap harinya. Lelaki yang kemudian dia jatuh hati padanya. Namun, sekarang lelaki itu mencampakkannya begitu saja.
***
Kenapa kamu mencampakkannya, Yusuf?! Tidakkah kamu mencintainya, bukankah dia wanita type idamanmu. Dia begitu cantik dengan garis bibir yang selalu melengkung ke atas, tampak selalu tersenyum walaupun dia sedang bersedih. Ditambah lentik jemarinya yang indah dihiasi cincin perak yang melingkar di jari telunjuknya. Atau mungkin, kamu ingat peristiwa ribuan tahun yang lalu, perlakuan Zulaikha terhadap Yusuf. Yusuf yang digoda untuk melayani nafsu Zulaikha. Lalu karena ketidak-mauannya melayani wanita itu ia dijebloskan ke penjara. Yusuf yang tak bersalah malah dipersalahkan.
Saya tahu, kamupun yakin bahwa Yusuf yang dijebloskan ke penjara bukanlah dirimu. tapi Yusuf lain. Dan wanita yang menjebaknya hingga masuk ke penjara bukanlah Zulaikha wanitamu. Ah, kamu benar-benar termakan dendam. Dulu Zulaikha menggoda yusuf. Memasukkannya ke dalam kamar, menutup pintu lalu merayunya agar dia mau melayaninya. Dan kini kamu mencoba masuk ke dalam hati wanitamu, memberinya apa yang bisa membuatnya bertekuk lutut, hingga dia benar-benar jatuh hati padamu lalu kamu mencampakkannya. Adakah lebih sakit bagi wanita, ketika dia telah menerima bahkan menginginkan lelaki yang mengejarnya, lalu lelaki itu pergi meninggalkannya begitu saja.
Dulu Zulaikha menjebloskan Yusuf ke penjara karena Yusuf tak mau melayaninya. Kini, kamu memang tak menjebloskan Zulaikhamu ke penjara, tapi kamu memenjara hatinya hingga ia merana. Manakah yang lebih sakit, jasad yang dipenjara ataukah hati.
***
Yusuf:
Zulaikha, kamu adalah wanita paling sempurna yang pernah saya temui. Segala bentuk kebaikan ada pada dirimu. parasmu indah menawan, keluargamu cukup mapan, dan aku tak meragukan harta kekayaan. Tapi jalan yang tengah kita tempuh saat ini adalah salah. Dulu, saat pertama kali aku jumpa denganmu, aku tak banyak mengerti tentang ajaran tuhan. Aku mencoba masuk ke dalam hatimu, memberikan semampuku agar kamu jatuh hati padaku. Dan akhirnya kamu mau menerimaku. Tapi, saat itu juga aku mulai paham dan mengerti tentang ajaran tuhan. Kita berada bukan pada ridloNya. Ya, layaknya Yusuf dan Zulaikha yang dulu tuhan pisahkan. Zulaikha yang menggoda Yusuf, hingga Yusuf hampir tergoda kalo tidak mendapat tanda dari tuhannya. Dan kamu tahu mengapa tuhan memisahkan mereka. Tuhan begitu mencintai mereka, menegur mereka dari jalan yang salah dengan memisahkan mereka. Sampai suatu ketika Zulaikha menyadari kesalahannya, tuhan mempertemukan mereka kembali.
Akhir cerita cinta yang begitu indah, bukan?!. Zulaikha tak hanya mendapat cinta dari Yusuf, tapi juga mendapat cinta dari tuhannya. Keduanya saling mencintai dan mendapat cinta dari tuhan mereka. Aku pun ingin aku dan kamu saling mencintai dan mendapat cinta dari tuhan kita. Sesuatu akan terasa lebih indah pada waktunya.
wah, ntm cerpenis juga ya ternyata, :D
BalasHapus