Jangan GALAU, Kawan!!

Saya mengerti apa yg kamu rasakan, bahkan saya pun, mungkin, merasakan rasa yang sama denganmu. Ya, GALAU kurang lebih kata ini mwakili apa yg tengah kita rasa. Namun bedanya saya tak mau terlena berGALAU ria, mngumbar kata2 tak brguna berharap umbaran kata2 itu menjadi penawar hati.
Knapa kamu tak pikirkan hal-hal yg brmanfaat dan positif. Dan saya tahu kamu adalah pelajar yg inisiatif. Keluarlah dari kamar tempurungmu. Dunia tak slebar daun kelor. Dan masalah bukan hanya milikmu seorang, tapi milik smua orang. Mungkin, teman sbelah kamarmu mmiki masalah yg sama. Atau sobatmu yg di sberang sana juga brmasalah sepertimu. Sapalah dia, ajaklah bicara tentang sesuatu positif dan brmanfaat yg bisa mmbuat kalian senang. Sehingga prbincanganmu mlahirkan ide cemerlang. Ide yg bukan hanya untukmu seorang, tapi untuk semua orang yg kamu sapa dan kamu ajak brbincang2.
Bukankah manusia saling membutuhkan karena saling kekurangan. Kamu butuh teman untk mlengkapi kekuranganmu atau skedar mnopang agar kamu tetap brtahan.
seandainya kamu mengikuti kegalauan hatimu, lalu mengumbar kata-kata tak berguna, mengumpat dan mengeluh. hatimu takan pernah sembuh, malah makin kambuh dan mungkin menular dan menjalar ke semua orang di sekililingmu.
Sudahlah, sudah! kamu dilahirkan bukan untuk GALAU, apalagi menggalaui yang tak pasti.
hidup terlalu singkat hanya untuk bergalau ria
Bet Abou, 3 april '12 02.30

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahla min almusalsal atturkiyah

Tentang Cinta & Kadar Kecewa

Hawa Panas Seharusnya Diberi Angin Kesejukan