Tentang Kisah Masa Lalu



Sengat mahatahari pagi ini agak panas. Suhu dingin memang masih menyisa. Januari sudah mau angkat kaki hendak berlalu. Lalu, mungkin, musim dingin pun menyusul hendak pergi untuk kembali lagi tahun depan. Waktu berputar. Bukan berputar sebenarnya, karena Januari yang kamu temui sekarang adalah bukan Januari yang akan kamu temui di tahun depan. Dan musim dingin yang akan kamu temui di tahun depan adalah makhluk lain yang berbeda dengan musim dingin yang sedang bercengkrama denganmu sekarang.

Tentang kisah masa lalu. “kisah-kisah masa lalu para anbiya yang diceritakan Allah swt. Melalui kalamNya, al-Quran, adalah untuk menguatkan Rasulullah” begitulah kurang lebih dosen saya berkata dengan dalil yang berada dalam al-Quran. Saya mengiyakan, karena seperti yang kamu ketahui pula, banyak ayat-ayat ketika Rasulullah saw didustakan oleh kaumnya, setelah ayat itu pula Allah menceritakan bahwa rasul-rasul sebelumnya pun didustakan. Bersamaan dengan itu Allah swt mengaskan bahwa tugas para rasul adalah menyampaikan, lalu Allah ‘azz wa jall yang memberi hidayah. Innaka lan tahdii man ahbabta walakinnallah yahdii man yasya’. Sesungguhnya kamu bukanlah yang memberi petunjuk kepada siapa yang kamu cintai, tapi Allah lah yang memberi hidayah kepada siapa saja yang Dia kehendaki.

Masih tentang kisah masa lalu. Kisah yang telah berlalu, entah baru saja berlalu, sekian detik yang lalu atau telah terjadi berabad-abad lalu. Kisah siapapun, tentang apapun. Ambillah pelajaran darinya. Kisah tentang orang bodoh dan bagaimanakah akhir kisahnya. Perhatikanlah, jauhi perangainya, jangan sampai akhir ceritamu sama sepertinya. Kisah tentang orang sombong dan dimanakah final kisahnya. Jangan disepelekan supaya kamu dan kisahmu tidak berakhir seperti kisahnya. Kisah orang sholeh, betapa indah dan menarik, ditambah akhir kisah yang semua orang menginginkannya. Pelajarilah, supaya kamu bisa mendapatkan apa yang seperti orang-orang sholeh dapatkan.

Undzur ila man fauqoka ‘ilman wa adaban wandzur ila man dunaka maalan. Lihatlah keatas, kepada orang-orang yang lebih tinggi ilmu dan adabnya, dan lihatlah kepada orang-orang yang lebih rendah darimu harta kekayaannya. Kalimat ini saya dapat ketika masih duduk dibangku sekolah. Sangat mengingspirasi dan menjadi motivasi untuk lebih bersemangat menjadi lebih baik dari orang-orang yang lebih tinggi ilmu dan adabnya, dan menjadikan saya lebih bersyukur atas apa yang saya miliki.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahla min almusalsal atturkiyah

Tentang Cinta & Kadar Kecewa

Hawa Panas Seharusnya Diberi Angin Kesejukan