PES, Pro Evolution Soccer



PES, Pro Evolution Soccer. Sebuah game yang tak asing lagi di telinga kita. khususnya mahasiswa, apalagi pecinta game. Sebuah game sepak bola, yang di dalamnya terdapat beberapa fitur permainan; match, football life, community cup or league dan lainnya. Game yang yang diciptakan oleh perusahaan besar dari Jepang, KONAMI. KONAMI adalah Perusahaan yang berdiri sejak 1969 di Toyonaka, Osaka, Jepang yang berkecimpung di dunia game. Gamer mana yang tak pernah mendengar nama konami. Jepang, memang negara canggih dan super hebat. Ya, setiap orang yang mendengar kata Jepang, yang muncul dalam setiap benaknya pasti negara teknologi. 

Sudah seminggu ini, liburan. Tidak ada jam kampus, sehingga ada jam-jam yang biasanya digunakan waktu ke kampus menjadi kosong. Ya, walaupun sebenarnya tugas dari kampus banyak. Kalaupun tidak banyak, ada lah yang seharusnya jam-jam tadi digunakan untuk menyelesaikan tugas tadi. Namun, manusia yang lahir di Indonesia, minum air dari sumur negeri makmur itu, makan nasi dari sawah negeri yang gemah ripah itu, kalau mendengar kata liburan otaknya sudah disetting bermalas-malasan, tidur-tiduran, off dari segala macam kesibukan. Kebanyakan orang Indonesia seperti itu. Walaupun tak sedikit yang idealis, menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya.

Balik lagi ke PES, Pro Evolution Soccer. Tak dipungkiri, game ini bisa menghilangkan penat dan rasa sumpek yang diakibatkan otak yang terlalu lama fokus berkutat, bergulat dengan muqorror, materi-materi kuliah yang memang tak mudah. Namun, kadang-kadang ada yang terlalu keasikan bermain, jadi game ini bukan menjadi takhowwul, selingan yang merefresh otak melainkan menjadi kegiatan yang membuat ketagihan sehingga melenakan. Ah, ini yang berbahaya.
 
Memang, tak ada larangan dalam islam untuk mencari hiburan. Namun islam mengajarkan manfaat dan memerangi kesia-siaan. Sang junjungan sekaligus panutan, Muhammad saw pernah bersabda, tanda sempurna islamnya seseorang adalah ketika muslim tersebut meninggalkan apa yang tak bermanfaat baginya. Coba bayangkan! Kalau setiap muslim menjalankan wasiat dari baginda nabi ini, wah, maka tidak akan ada lagi kesia-siaan di muka bumi ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahla min almusalsal atturkiyah

Tentang Cinta & Kadar Kecewa

Hawa Panas Seharusnya Diberi Angin Kesejukan