Duduk Bareng Orang Sholeh



Tadi malam saya tak sempat menyediakan waktu untuk menulis. Ngantuk, mata berat setelah seharian beraktifitas. Eh, tidak sehari penuh, Cuma lumayan buat badan jadi lelah dan mata ngantuk berat. Saya mencoba mengisi hari-hari dengan hal-hal yang positif, mencari keberkahan, agar tidur pun jadi berkah.

“bergaul dengan tukang minyak, setidaknya pasti bakal ketularan wanginya. Bergaul dengan pandai besi, kalau tidak kena apinya, setidaknya kecipratan bau besinya” begitu kurang lebih sabda baginda Nabi. Seharusnya, quote ini menjadi pegangan bagi manusia. Ya, bergaullah dengan orang-orang baik. Seringlah duduk bersama orang-orang sholeh, walaupun kamu bukan orang sholeh, dengan harapan di akhirat kelak bisa duduk bersama mereka.

Rabu  malam, seperti Rabu malam sebelumnya, rutin, saya dan beberapa teman mengunjungi rumah seorang syaikh, silaturahmi dan talaqqi membaca kitab. Beda memang antara membaca kitab sendiri dengan membaca kitab dengan syaikh. Membaca sendiri, ya saya bisa faham apa yang dimaksud oleh penulis dalam bukunya, namun ketika membaca dengan syaikh saya bisa mendapatkan sesuatu yang lebih.

Malam itu, kami membaca sya’ir burdah yang dikarang oleh Abu Abdillah Muhammad bin Sa’id Albushoiri, fasl ketiga tentang pujian kepada Nabi Muhammad saw. Sya’ir yang berisi pujian kepada Nabi saw, kamu bisa membacanya dalam buku burdah. Sya’ir yang bisa membuat cinta kepada Almusthofa saw bertambah. Satu dari sekian banyak pelajaran yang bisa diambil “kaan shollallahu alaihi assholatu wassaalam aktsaru tabassuman ma’a annahu atsqolunnasi hamman”. Rasulullah saw adalah orang yang paling sering tersenyum dan bersamaan dengan itu dia saw adalah yang paling berat bebannya diantara manusia. Hikmahnya, seberat apapun beban hidup, cobalah untuk selalu tersenyum.

Satu lagi pelajaran dari sekian banyak pelajaran yang bisa diambil, kezuhudan. Berpaling dari dunia. “ayyuha addunya, ghurrii ghoiri fainnii tholaqtuki tsalatsan”. kata ini tidak terdapat dalam sya'ir burdah, namun syaikh kami menambahkannya ketika membahas tentang kezuhudan Nabi saw. Wahai dunia, rayulah manusia yang lain selain aku, sesungguhnya aku telah mentalakmu/menceraimu tiga kali, kata sayyidina Ali. Ini bukan sekedar kata. Bukan orang biasa yang bisa mengatakan quote hebat seperti ini. kata ini bersumber dari hati yang telah mengetahui hakikat dunia. “yaroit afham wa a’mal ma qoolah”, andai saja saya faham dan mengamalkan apa yang dikatakan sayyidina Ali.

Komentar

  1. sikit masukan shalallahu alaihi wasalamnya jgn disingkat..hehehe

    BalasHapus
  2. Hmm.. makasih atas masukannya.. klo boleh tahu alasannya kenapa meski gga disingkat?!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ahla min almusalsal atturkiyah

Tentang Cinta & Kadar Kecewa

Hawa Panas Seharusnya Diberi Angin Kesejukan